Studi Empiris Jaringan

Haloo kawan - kawan semuanya, jumpa lagi nih sama saya Angga! hehehe.. Gimana kabarnya kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat walafiat yaa! aamiin..., nah kali ini saya mau bahas materi tentang Studi Empiris Jaringan nih! Yuk langsung aja disimak hehe...

Studi Empiris Jaringan adalah Sekumpulan titik yang dihubungkan dengan garis. Titik itu dalam bahasa inggris disebut dengan Node dan Garis disebut dengan Edge.

Berikut adalah jaringan yang merupakan buatan manusia, yaitu :

1. Jaringan Fisik, yaitu jaringan yang terhubung secara fisik.

    Contohnya : 

  ▶ Jaringan Internet : Jaringan ini menghubungkan sekelompok computer, server, dan perangkat keras    lainnya yang direpresentasikan sebagai nodes, sedangkan perangkat kabel tembaga, fiber optic sebagai edges nya.

  ▶ Jaringan Listrik : Jaringan ini adalah pembangkit tenaga listrik atau Gardu, yang direpresentasikan sebagai nodes dan kabel - kabel ini bertegangan tinggi dipresentasikan sebagai edges.

  ▶  Jaringan Transportasi : Jaringan ini adalah percabangan jalan yang dipresentasikan sebagai nodes dan jalan tol itu direpresentasikan sebagai edges. Representasi lokasi geografis Bandara itu sebagai nodes, dan Rute penerbangannya yang memiliki arah direpresentasikan sebagai edges.

2. Jaringan Non Fisik : Jaringan ini disebut dengan istilah "Jejaring". Salah satu jenis jejaring non fisik adalah jejaring penyebaran informasi.

3. Jaringan Sosial : Jaringan ini menggambarkan struktur dalam suatu situasi sosial. Nodes ini digambarkan sebagai representasi dari actor yaitu manusia (sekelompok manusia). Dan Edges representasi dari interaksi sosial diantara dua manusia.

Pembentukan Model Jejaring Sosial 

Graf umumnya digunakan untuk mewakili suatu jejaring. Jejaring sosial ini dapat dibentuk ketika terdapat entitas (manusia, perusahaan, organisasi, dll). yang berinteraksi dengan entitas lainnya dalam suatu lingkup sosial.

Terdapat beberapa cara umum untuk memformulasikan sebuah Graf, diantaranya menggunakan edge list dan adjacency matrix. Kedua cara tersebut dapat digunakan untuk merepresentasikan jejaring sosial yang memiliki arah dan tidak memiliki arah, memiliki bobot, dan tidak memiliki bobot.

Ilustrasi Pembentukan Model Jejaring Sosial :

Proses Pembentukan Jejaring Sosial sederhana yaitu percakapan antara Anggota BEM Gunadarma. Anggota tersebut ada 4 orang, yaitu : Doni, Bayu, Rifky, dan Andi. Percakapan yang terjadi di antara mereka yaitu sebagai berikut :

Doni : Bayu, tolong beritahu Andi dan Rifky untuk rapat siang hari ini ya.

Bayu : Andi, jangan lupa hadir rapat di Aula siang ini ya, bareng Rifky juga.

Bayu : Rifky, jangan lupa hadir rapat di Aula bareng Andi juga sore ini ya.

Andi : Rifky, ayo rapat siang ini bareng Bayu dan Doni.

Doni : Rifky, si Bayu udah ngabarin kamu kan buat rapat siang ini? hadir ya! jangan lupa!


Jejaring Sosial sederhana berdasarkan percakapan tersebut direpresentasikan, seperti gambar dibawah ini. Doni, Bayu, Rifky, dan Andi direpresentasikan sebagai nodes dan interaksi percakapan yang terjadi direpresentasikan sebagai edges.


Model Pembangkit Jejaring Sosial :

1. Model Jaringan Erdos Renyi

    Model ini mengansumsikan bahwa kompleksitas sistem dapat di replikasi dengan menempatkan edges secara acak diantara nodes. Hal ini sesuai dengan definisi Jaringan Acak, yaitu jaringan yang terdiri dari N nodes dimana setiap pasangan nodes terhubung dengan probabilitas p.

    Kelemahan Model Jaringan Renyi adalah tidak dimilikinya 2 karakteristik penting dalam jaringan di dunia nyata :

▶ Tidak adanya karakteristik pengelompokkan diantara anggotanya, karena nodes terhubung dengan probabilitas yang sama, acak dan independen.
▶  Rendahnya koefisien pengelompokkan (clustering coeffisien).
▶ Tidak adanya Hub dalam jaringan.

2. Model Jaringan Watts Strogatz
    
    Model Jaringan Watts mengatasi keterbatasan dengan melakukan ekstensi terhadap jaringan acak dengan menjelaskan pengelompokkan diantara nodes. Ektensi yang dilakukan adalah interpolasi antara struktur acak dari model Erdos Enyi dan struktur jaringan cincin yang teratur sehingga menghasilkan fenomena small world.

3. Model Jaringan Barabasi Albert

    Model Jaringan Barabasi membuat jaringan berstruktur scale free yang mampi membentuk Hub dalam jaringan. Model Barabasi memiliki degree distribution yang mengikuti power law dimana terdapat kekuasaan yang dimiliki oleh sebagian kecil nodes di dalam jaringan yang disebut Hub, dimana kekuasaan tidak dapat dijelaskan oleh 2 model sebelumnya.

Nah, segitu dulu ya kawan materi yang bisa saya bahas kali ini hehe sampai jumpa lagi! stay safe and stay health!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crawling Data Menggunakan Netlytic

Materi Tentang Pengumpulan Data : Arsip / Dokumen

Etika Pada Penelitian Social Network Analysis (SNA)