MASIH RELEVAN-KAH TEORI SPIRAL OF SILENT UNTUK SAAT INI?

Haloo kawan semuanya!! Semoga dalam keadaan sehat walafiat yaa! aamiin.... Di Masa PPKM ini kita kalau tidak ada perlu tidak usah keluar dari rumah ya kawan! Ohiya saya juga mau ngingetin, tetap jaga protokol kesehatan ya kalau ada keadaan mendesak harus keluar rumah!

Jadi disini saya akan membagikan sedikit materi tentang "Teori Spiral Of Silent" nih, langsung aja yuk di simak penjelasan di bawah ini...

Kira - kira ada yang tau ga kawan "Teori Spiral Of Silent (Teori Spiral Keheningan)" itu apa?

  • Teori ini menyatakan bahwa pendapat pribadi sangat tergantung pada apa yang dipikirkan atau diharapkan oleh orang lain. Individu pada umumnya berusaha untuk menghindari terjadi pengucilan atau isolasi karena ia sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu.

  • Orang akan mengamati lingkungannya terlebih dahulu guna mempelajari pandangan-pandangan mana yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan pandangan mana yang tidak dominan atau populer.

  • Jika orang merasakan bahwa pandangannya termasuk di antara yang tidak dominan atau tidak populer, maka ia cenderung kurang berani mengekspresikan pandangannya.

  • Apa yang menjadi pandangan yang dominan pada suatu waktu tertentu sering kali ditentukan oleh media dan karenanya kita perlu membahas teori agenda setting yang menyatakan bahwa media massa masih memiliki kekuatan untuk memengaruhi pendapat umum.

Teori Spiral of Silent atau Teori Spiral keheningan ini dikemukakan oleh Elisabeth Noelle Neumann (1973).

Jadi, menurut saya, Teori Spiral Of Silent ini masih relevant untuk saat ini.

Contoh Teori Spiral of Silence dalam kehidupan sehari – hari :

Pada suatu hari ada satu kelompok yang ingin berlibur ke tempat wisata. Kelompok ini terdiri dari 7 orang, yaitu Susan,Lindya,Sasha,Fani,Wenny,Hesti dan Lolita.

Suatu hari Lindya merkomendasikan ke tempat wisata museum yang berada di daerah Jakarta yaitu Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara). Semua teman menyambutnya dengan gembira, karena belum ada yang datang ke tempat tersebut sebelumnya.

Namun ketika Lindya dan teman lainnya sangat gembira, Hesti hanya terdiam melihat ekspresi teman – temannya yang sangat excited. Hesti terdiam karena dia tidak menyukai museum tetapi dia ingin sekali ke dufan. Tetapi Hesti tidak berani mengungkapkan pendapatnya karena melihat teman – temannya yang lain bergembira. Ia lebih memilih diam dan terpaksa mengikuti kemauan teman – temannya yang lain, daripada ia nanti terkucilkan.


Nah, jadi begitu kawan! Sekian dulu penjelasan materi dari saya ya kawan! Stay Safe & Stay Healthy !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crawling Data Menggunakan Netlytic

Materi Tentang Pengumpulan Data : Arsip / Dokumen

Etika Pada Penelitian Social Network Analysis (SNA)