MASIH RELEVAN-KAH TEORI SPIRAL OF SILENT UNTUK SAAT INI?
- Teori ini menyatakan bahwa pendapat pribadi sangat tergantung pada apa yang dipikirkan atau diharapkan oleh orang lain. Individu pada umumnya berusaha untuk menghindari terjadi pengucilan atau isolasi karena ia sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu.
- Orang akan mengamati
lingkungannya terlebih dahulu guna mempelajari pandangan-pandangan mana
yang bertahan dan mendapatkan dukungan dan pandangan mana yang tidak
dominan atau populer.
- Jika orang merasakan bahwa
pandangannya termasuk di antara yang tidak dominan atau tidak populer,
maka ia cenderung kurang berani mengekspresikan pandangannya.
- Apa yang menjadi pandangan yang dominan pada suatu waktu tertentu sering kali ditentukan oleh media dan karenanya kita perlu membahas teori agenda setting yang menyatakan bahwa media massa masih memiliki kekuatan untuk memengaruhi pendapat umum.
Contoh Teori Spiral
of Silence dalam kehidupan sehari – hari :
Pada suatu hari ada satu kelompok yang ingin berlibur ke
tempat wisata. Kelompok ini terdiri dari 7 orang, yaitu Susan,Lindya,Sasha,Fani,Wenny,Hesti
dan Lolita.
Suatu hari Lindya merkomendasikan ke tempat wisata museum yang
berada di daerah Jakarta yaitu Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara). Semua teman menyambutnya dengan gembira, karena belum
ada yang datang ke tempat tersebut sebelumnya.
Namun ketika Lindya dan teman lainnya sangat gembira, Hesti
hanya terdiam melihat ekspresi teman – temannya yang sangat excited. Hesti
terdiam karena dia tidak menyukai museum tetapi dia ingin sekali ke dufan. Tetapi Hesti tidak berani
mengungkapkan pendapatnya karena melihat teman – temannya yang lain bergembira.
Ia lebih memilih diam dan terpaksa mengikuti kemauan teman – temannya yang
lain, daripada ia nanti terkucilkan.
Komentar
Posting Komentar